Minggu, 18 Februari 2018

Laporan Praktikum Budidaya Tanaman Semusim


ACARA VI
BUDIDAYA GANYONG SECARA ORGANIK


A.  Tujuan
Mengetahui  cara budidaya ganyong dan pertumbuhan ganyong.

B.  Latar Belakang
Ganyong adalah tanaman yang cukup potensial sebagai sumber karbohidrat sehingga sudah sepatutnya dikembangkan. Selain dapat digunakan untuk penganekaragaman menu rakyat, juga mempunyai aspek yang penting sebagai bahan dasar industri. Umbinya bila sudah dewasa dapat dimakan dengan olahan sederhana, atau diambil patinya untuk diolah menjadi berbagai makanan olahan.
Saat ini, sektor pertanian mengalami kendala menurunnya kualitas tanah. Hal ini disebabkan karena kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk kimia secara terus-menerus dalam jumlah yang banyak. Pertanian organik merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pertanian organik tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida dalam pelaksanannya, serta mengutamakan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Dalam pengendalian OPT, pertanian organik menggunakan musuh alami dari OPT. Pertanian organik juga memberikan produk yang lebih sehat dan terjamin, karena tidak ada residu bahan kimia dalam produk yang dihasilkan.

C.  Dasar Teori
Tanaman ganyong merupakan salah satu bahan pangan non beras yang kandungan gizinya cukup tinggi terutama kandungan karbohidratnya. Tanaman gayong memiliki beberapa manfaat lain selain kandungan gizinya, yaitu tanaman gayong digunakan sebagai tanaman penutup tanah, pengendali erosi, dan sebagai tanaman hias. Tanaman ganyong mampu tumbuh pada semua jenis tanah serta mempunyai daya penyesuaian (adaptasi) yang luas terhadap daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 2.550 mdpl. Namun untuk mencapai pertumbuhan yang optimal sebaiknya tanaman gayong dibudidayakan pada daerah-daerah dengan ketinggian dibawah 1.000 mdpl.
Tanaman ganyong dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan ke dalam :
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Spermatophyta
Sub Divisi   : Angiospermae
Kelas          : Monocotyledoneae
Ordo           : Zingeberales
Famili         : Cannaceae
Genus         : Canna
Spesies        : Canna edulis Ker.
Tanaman ganyong memilikki tinggi antara 0,9 – 1,8 meter. Daunnya berbentuk elips memanjang dan lebar dengan bagian pangkal dan ujungnya agak runcing. Panjang daun 15 – 60 cm, sedangkan lebarnya 7 – 20 cm. Di bagian tengahnya terdapat tulang daun yang tebal. Warna daun beragam dari hijau muda sampai hijau tua. Kadang-kadang bergaris ungu atau keseluruhannya ungu. Demikian juga dengan pelepahnya, ada yang berwarna ungu dan hijau. Warna bunganya merah oranye dan pangkalnya kuning dengan benangsari tidak sempurna. Jumlah kelopak bunga ada 3 buah dan masing-masing panjangnya 5 cm. Umbinya besar dengan diameter antara 5 – 8,75 cm dan panjang antara 10 – 15 cm, namun ada yang mencapai 60 cm. Umbi bagian tengahnya tebal dan dikelilingi berkas-berkas sisik yang berwarna ungu atau coklat dengan akar serabut tebal. Bentuk umbi beraneka ragam, begitu juga komposisi kimia dan kandungan gizinya. Perbedaan komposisi ini dipengaruhi oleh umur, varietas, dan tempat tumbuh tanaman.     
Kondisi iklim yang ideal untuk pengembangan maupun budidaya tanaman ganyong adalah berkisar pada suhu 280C 320C, kelembaban udara 50% 80% serta curah hujan sekitar 1.120 mm/tahun. Tanaman ganyong mempunyai toleransi yang tinggi terhadap lingkungan yang teduh, sehingga dapat ditanam di bawah pohon tahunan sebagai tanaman sela maupun di lahan pekarangan. Hal yang penting diperhatikan dalam pemilihan tanah untuk tanaman ganyong adalah tanah harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik, serta ber-pH 4,0 8,0. Tanah yang ideal adalah tanah liat berpasir. Dalam meningkatkan produksi ganyong, diperlukan usaha pengelolaan tanah dan intensifikasi yang baik melalui konservasi tanah yang bersifat ramah lingkungan.
Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia buatan pabrik. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food-safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat makin pesat

D.  Alat dan Bahan
1.    Alat :
a.    Cangkul
b.    Ember
c.    Gembor
d.   Alat tulis
2.    Bahan :
a.    Bibit ganyong
b.    Pupuk kandang

E.   Cara Kerja
1.    Membuat guludan tinggi 30 cm, lebar 40 cm, dan jarak antar guludan 60 cm. Mencampur guludan dengan pupuk kandang dengan dosis satu ember untuk satu guludan.
2.    Menanam bibit pada lubang tanam dengan kedalaman sekitar 15 cm, arah mata tunas menghadap ke atas. Menyiram bibit setelah menanam.
3.    Melakukan pemiliharaan tanaman, meliputi penyiangan gulma, pembubunan, dan penyiraman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar