ACARA VI
BUDIDAYA GANYONG SECARA ORGANIK
A.
Tujuan
Mengetahui cara budidaya ganyong dan pertumbuhan
ganyong.
B.
Latar Belakang
Ganyong adalah tanaman yang cukup potensial sebagai
sumber karbohidrat sehingga sudah sepatutnya dikembangkan. Selain dapat
digunakan untuk penganekaragaman menu rakyat, juga mempunyai aspek yang penting
sebagai bahan dasar industri. Umbinya bila sudah dewasa dapat dimakan dengan
olahan sederhana, atau diambil patinya untuk diolah menjadi berbagai makanan
olahan.
Saat ini, sektor pertanian mengalami kendala menurunnya
kualitas tanah. Hal ini disebabkan karena kegiatan pertanian yang menggunakan
pupuk kimia secara terus-menerus dalam jumlah yang banyak. Pertanian organik
merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pertanian organik
tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida dalam pelaksanannya, serta mengutamakan
kelestarian lingkungan di sekitarnya. Dalam pengendalian OPT, pertanian organik
menggunakan musuh alami dari OPT. Pertanian organik juga memberikan produk yang
lebih sehat dan terjamin, karena tidak ada residu bahan kimia dalam produk yang
dihasilkan.
C.
Dasar
Teori
Tanaman
ganyong merupakan salah satu bahan pangan non beras yang kandungan gizinya
cukup tinggi terutama kandungan karbohidratnya. Tanaman gayong memiliki
beberapa manfaat lain selain kandungan gizinya, yaitu tanaman gayong digunakan sebagai
tanaman penutup tanah, pengendali erosi, dan sebagai tanaman hias. Tanaman ganyong
mampu tumbuh pada semua jenis tanah serta mempunyai daya penyesuaian (adaptasi)
yang luas terhadap daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Tanaman ini dapat
tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 2.550 mdpl. Namun
untuk mencapai pertumbuhan yang optimal sebaiknya tanaman gayong dibudidayakan
pada daerah-daerah dengan ketinggian dibawah 1.000 mdpl.
Tanaman ganyong dalam
sistematika (taksonomi)
tumbuhan diklasifikasikan ke dalam :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingeberales
Famili : Cannaceae
Genus : Canna
Spesies : Canna
edulis Ker.
Tanaman ganyong memilikki tinggi antara 0,9 – 1,8 meter. Daunnya berbentuk
elips memanjang dan lebar dengan bagian pangkal dan ujungnya agak runcing.
Panjang daun 15 – 60 cm, sedangkan lebarnya 7 – 20 cm. Di bagian tengahnya
terdapat tulang daun yang tebal. Warna daun beragam dari hijau muda sampai
hijau tua. Kadang-kadang bergaris ungu atau keseluruhannya ungu. Demikian juga
dengan pelepahnya, ada yang berwarna ungu dan hijau. Warna bunganya merah
oranye dan pangkalnya kuning dengan benangsari tidak sempurna. Jumlah kelopak
bunga ada 3 buah dan masing-masing panjangnya 5 cm. Umbinya besar dengan
diameter antara 5 – 8,75 cm dan panjang antara 10 – 15 cm, namun ada yang
mencapai 60 cm. Umbi bagian tengahnya tebal dan dikelilingi berkas-berkas sisik
yang berwarna ungu atau coklat dengan akar serabut tebal. Bentuk umbi beraneka
ragam, begitu juga komposisi kimia dan kandungan gizinya. Perbedaan komposisi
ini dipengaruhi oleh umur, varietas, dan tempat tumbuh tanaman.
Kondisi
iklim yang ideal untuk pengembangan maupun budidaya tanaman ganyong adalah
berkisar pada suhu 280C – 320C,
kelembaban udara 50% – 80% serta curah hujan
sekitar 1.120 mm/tahun. Tanaman ganyong mempunyai toleransi yang tinggi
terhadap lingkungan yang teduh, sehingga dapat ditanam di bawah pohon tahunan
sebagai tanaman sela maupun di lahan pekarangan. Hal yang penting diperhatikan
dalam pemilihan tanah untuk tanaman ganyong adalah tanah harus subur, gembur,
banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainasenya baik, serta ber-pH 4,0 – 8,0. Tanah yang ideal
adalah tanah liat berpasir. Dalam meningkatkan produksi ganyong, diperlukan
usaha pengelolaan tanah dan intensifikasi yang baik melalui konservasi tanah
yang bersifat ramah lingkungan.
Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang
mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia buatan
pabrik. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk
pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan
konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah
melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian
harus beratribut aman dikonsumsi (food-safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini
menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat makin pesat
D.
Alat dan Bahan
1. Alat :
a. Cangkul
b. Ember
c. Gembor
d. Alat tulis
2. Bahan
:
a. Bibit
ganyong
b. Pupuk
kandang
E.
Cara Kerja
1. Membuat
guludan tinggi 30 cm, lebar 40 cm, dan jarak antar guludan 60 cm. Mencampur guludan
dengan pupuk kandang dengan dosis satu ember
untuk satu guludan.
2. Menanam
bibit pada lubang tanam dengan
kedalaman sekitar 15 cm, arah mata tunas menghadap ke atas. Menyiram bibit
setelah menanam.
3. Melakukan pemiliharaan tanaman, meliputi penyiangan
gulma, pembubunan, dan penyiraman.